REFLEKSI PENDIDIKAN

 Pendidikan kurang tepat jika mengambil pengandaian seperti semua hewan harus punya keahlian memanjat pohon. Besar kesalahan pengandaian ini. bahwa beberapa orang hanya pandai dalam beberapa hal, sementara beberapa yang lain tidak. Gagasan ini bertentangan dengan pendidikan, karena tujuan belajar secara keseluruhan adalah "Anda dapat mempelajari berbagai hal". 

 

Kutipan ini bertentangan dengan kepercayaan umum bahwa seseorang tidak harus menjadi "Jenius Matematika" untuk memahami Kabataku. Atau seseorang tidak harus memiiki "Wawasan Bahasa Indonesia yang luas" untuk menganalisis cerita Si Kancil yang Bijak. Anda hanya perlu bekerja keras dan belajar cara melakukannya. 

Kutipan Ikan tidak bisa menjadi tolak ukur pendidikan. Kutipan ini menggunakan perbandingan yang sama sekali berbeda. Lihat saja, membandingkan suatu sistem pendidikan untuk berbagai jenis hewan dengan sistem pendidikan untuk manusia. Saat ini kita berbicara tentang pendidikan untuk manusia, bukan pendidikan antar spesies hewan yang sangat berbeda secara fundamental. Sistem pendidikan kita-manusia-sama sekali berbeda dengan ilustrasi kutipan tersebut. Penulis paham, tujuan ilustrasi hiperbola tersebut untuk menunjukkan bahwa suatu sistem uji yang disamaratakan cenderung tidak adil. Saya sepakat ujian yang disamaratakan cendrung tidak adil.

 

 

 

 

Bangkitlah, Generasi Strawberry!

 Generasi stroberi pertama kali muncul di Taiwan dimana digunakan untuk mengindikasi generasi yang lahir setelah tahun 1981. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan generasi masa itu yang mengalami kesulitan dalam menghadapi tekanan sosial

Gen Z juga sering disebut sebagai Strawberry Generation alias Generasi Stroberi. hancur hanya dengan sedikit tekanan. Gen Z juga sering mudah menyerah dan punya mentalitas yang kurang tangguh.

 

Karakteristik Generasi Stroberi

1. Terjebak di zona nyaman
Salah satu penyebab munculnya generasi stroberi adalah orang tua saat ini cenderung memanjakan anaknya. Hal ini menyebabkan sang anak dapat memiliki pola pikir yang tidak realistis. Sebagai contoh, di ranah pekerjaan mereka akan meminta gaji yang besar tanpa menimbang kapasitas skill yang dimiliki telah sesuai atau belum dengan kebutuhan pasar.

2. Rapuh
Ini salah satu faktor penamaan generasi stroberi dikarenakan mereka mudah rapuh dan menyerah terhadap berbagai tekanan sosial yang muncul di sekitar mereka.

3. Tidak memiliki rasa tanggung jawab
Biasanya generasi Stroberi tidak mampu melihat kesalahan dan tidak apa upaya untuk memperbaikinya. Tak jarang, banyak diantara mereka yang bahkan melimpahkan kesalahan tersebut pada orang lain.

4. Harapan yang tidak realistis
Harapan dan keinginan tidak selalu berjalan mulus. Generasi stroberi cenderung dikenal tidak realistis dan memaksakan kehendak.


Di balik sisi negatifnya, sebenarnya generasi ini punya warna karakteristiknya tersendiri. Apabila diarahkan dengan baik, maka akan potensial untuk membawa perubahan masa depan yang lebih baik.

Potensi Generasi Muda Saat Ini

1. Menyukai tantangan
Generasi stroberi lebih menyukai aktivitas yang baru dan menantang. Mereka menghindari aktivitas yang monoton atau rutinitas yang berulang. Hal ini dinilai cukup baik karena bisa membantu karir mereka di masa yang akan datang.

2. Bekerja sesuai passion
Umumnya tujuan utama manusia bekerja adalah mencari uang untuk menyambung hidup. Namun, tidak dengan generasi stroberi. Mereka punya sudut pandang yang berbeda bahwa bekerja tidak hanya soal uang, tetapi juga pengembangan minat dan bakat (passion). Tidak heran generasi ini terkenal memiliki banyak ide-ide kreatif.

3. Mengikuti perkembangan zaman
Generasi stroberi memiliki pemahaman yang baik dalam urusan teknologi. Kemampuan mereka yang mudah beradaptasi dengan kemajuan zaman dapat membantu berbagai aspek kehidupan menjadi lebih baik, terutama membantu pengembangan perusahaan yang berfokus pada inovasi teknologi.

4. Tidak takut menyampaikan pendapat
Generasi stroberi memiliki kecenderungan untuk berbicara dengan lugas dan tidak takut menyampaikan pendapatnya. Mereka juga dikenal berani menyampaikan ide-ide kreatif dan mendorong inovasi baru untuk pengembangan perusahaan.

Dalam Islam, pemuda adalah aset yang sangat berharga. Islam pun menaruh perhatian besar pada para pemuda. Pemuda merupakan agen perubahan, penerus estafet perjuangan dan kepemimpinan dunia. Makanya dalam Islam eksistensi pemuda sangat penting. Pemuda dalam Islam adalah pemuda tangguh hasil pendidikan keluarga muslim yang tangguh, serta sistem tangguh yang memfasilitasi tumbuh kembang generasi menjadi pemuda yang kuat serta taat, yang tak hanya berorientasi keduniaan semata, namun bervisi jauh ke depan, yaitu kebahagiaan di kehidupan akhirat. Karena sesungguhnya usia muda kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah

Dalam Kitab Ash-Shahihah no. 946, Imam At-Tirmidzi meriwayatkan hadis Rasulullah terkait masa muda yang akan ditanya oleh Allah kelak di hari perhitungan, " Tak akan bergeser kaki seorang hamba di hari kiamat dari sisi Rabb-nya sebelum ditanya tentang lima perkara; mengenai umurnya untuk apa ia gunakan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, hartanya dari mana ia hasilkan dan untuk apa, dan ilmu untuk apa yang ia amalkan."

Dalam pandangan Islam, ujung tombak keberhasilan ataukah kegagalan perjuangan dakwah ditentukan bagaimana cara untuk melejitkan potensi para pemuda. Jika kita baca Sirah Nabawiyah, maka akan kita dapatkan kisah-kisah para pemuda pemberani nan tangguh yang memeluk dan memperjuangkan Islam, tak jarang mereka adalah para tuan muda dari keturunan terpandang kaumnya. Namun mereka tak menjadi manja, mereka teguh memperjuangkan kebenaran meskipun harus meninggalkan gelimangan harta dari keluarganya, dengan keimanan yang kokoh serta tekad baja, mereka menjelma menjadi kesatria-kesatria Islam, dan menjadi para pemimpin umat dari kalangan pemuda.

Contohnya, Mush'ab bin Umair sang Crazy Rich kaum Quraisy, yang tak gentar dengan pemboikotan keluarganya dengan memblokir semua asetnya, tak takut jatuh miskin demi Islam meski harus menanggalkan semua outfit-nya yang super mahal dan trend setter, dia menjelma menjadi dai yang mengajak penduduk Yatsrib masuk Islam dan syuhada Uhud. Ada pula Ali bin Abi Thalib, dia memeluk Islam pada usia sepuluh tahun, Guys. Dia begitu berani menggantikan tempat Rasulullah ketika dikepung oleh kaum Quraisy untuk dibunuh dalam peristiwa hijrah. Bahkan dia juga menyusul hijrah dari Makkah ke Madinah seorang diri dengan berjalan kaki, meski kakinya telah terluka namun ia pantang mundur demi Islam. Dalam Perang Badar pun, dia berhasil mengalahkan Syaibah bin Abi Rabi'ah dalam perang tanding, yang semakin memompa semangat pasukan muslim, bahkan kemenangan ini menjadi titik tolak kemenangan pertama dalam sejarah Islam.

Tentu kita pun tak lupa dengan kisah Sultan Muhammad Al-Fatih. Sejak kecil ia memang mempunyai keunggulan dalam menangkap ilmu. Kegemarannya melahap buku-buku sejarah, mendorongnya untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan kemampuannya dalam memimpin, hingga mengantarkannya mampu memobilisasi pasukan dalam pengepungan benteng Konstantinopel. Sebagai pancaran keagungan akhlaknya terhadap syariat Islam, cerminan kuatnya akidah yang telah terpatri dalam dirinya. Ia seorang kesatria tangguh namun juga tawaduk. Ia begitu memuliakan ulama, namun ia juga pemberani. Tak jarang ia terjun langsung ke medan laga dengan pedangnya sendiri.

Ia pun tak mudah menyerah. Ini terbukti dengan persiapannya yang tak kenal lelah demi menaklukkan Bizantium dan melebarkan dakwah dan jihad Islam. Ia mempersiapkan 250.000 pasukan untuk mengepung Konstantinopel, benteng tersulit di dunia untuk ditaklukan. Gempuran demi gempuran belum juga membuahkan hasil, bahkan pasukannya mulai banyak yang gugur. Namun, ia terus memikirkan bagaimana caranya untuk dapat menjebol pertahanan kota itu. Dan akhirnya dengan izin Allah ia mengeluarkan ide cemerlang untuk mengangkat kapal-kapal perangnya dan memutar berlayar menaiki gunung Galata demi dapat masuk ke selat Tanduk Emas. Inilah strategi perang paling brilian yang pernah dilakukan di dunia. Membuktikan ketajaman dan kecepatan berpikirnya, keteguhan tekadnya serta ketepatan dalam beraksi, hingga menjadi pintu kemenangan penaklukan Konstantinopel, simbol kekafiran dunia pada saat itu.

So, Guys. Bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah merasakan apa yang dirasakan Mush’ab Bin ‘Umair? Ali bin Abi Thalib, ataukah Muhammad Al-Fatih? Sudahkah kamu berjuang untuk agamamu? Dan tidak mudah meleyot hanya gara-gara putus cinta atau urusan duniawi semata? Apakah kamu masih suka baper dengan bully-an teman? Apakah masih ingin jadi generasi stroberi yang mudah penyok hanya dengan sedikit ujian hidup?

Udahlah, ayo move on! Sudah saatnya generasi Islam bangkit. Jadilah pemuda Islam yang tangguh yang tak mudah melempem apalagi cepat patah arang. Ayo jadi generasi tangguh dengan Islam sebagai jalan hidupmu, dan perjuangkan Islam agar menjadi jalan hidup bagi dunia.

ada 3 nilai di dalam Al-Qur`an yang bisa menjadi pedoman bagi generasi muda untuk membentuk resiliensi diri yang kuat dan tidak menjadi Strawberry Generation. Sehingga, mereka bisa menjadi generasi yang lebih tangguh dalam menghadapi kesulitan dan problematika kehidupan. Antara lain:

Pertama, meyakini bahwa kesulitan hidup yang dihadapi tidaklah melebihi batas kemampuan dirinya. Hal itu sejalan dengan firman Allah dalam Qs. Al-Baqarah [2] ayat 286 berikut

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفۡسًا اِلَّا وُسۡعَهَا

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut mennerangkan bentuk lemah lembut, kasih sayang dan kebaikan Allah kepada hamba-Nya. Dia tidak akan membebani hamba-Nya dengan cobaan dan kesulitan hidup yang melebihi kesanggupannya.

Kedua, percaya dan yakin bahwa kesulitan hidup yang dihadapi akan tergantikan dengan kemudahan dan kesenangan. Hal ini sebagaimana Firman Allah dalam Qs. Al-Insyirah [94] ayat 5-6 berikut.

(6) إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا (5) فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: “(5) Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudaha. (6) Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.”

Ketiga, menjadikan sholat dan sabar sebagai penolong dalam menghadapi kesulitan dan problematika kehidupan. Hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam Qs. Al-Baqarah [2] ayat 45 berikut:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

ArtinyaDan jadikanlah salat dan sabar sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu, sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (QS. Al-Baqarah (2): 45).

# Remaja Muslim Anti Rapuh

Teman Surga, sebagai manusia kita nggak bisa lepas dari yang namanya masalah. Di mana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun. Biar nggak ketularan perilaku Generasi Stroberi yang doyan lari dari masalah, kita mesti pandai menghadapi masalah. Rumusnya, “kalo salah dalam memandang masalah (ujian), maka salah mengambil sikap”.

# Pertama, masalah merupakan bentuk kasih sayang Allah swt yang berupa ujian dan peringatan.

# Kedua, masalah merupakan cara Allah swt untuk meningkatkan derajat dan status kita sebagai hamba.

# Ketiga, Allah swt memberikan masalah sesuai dengan kadar kemampuan kita. Allah swt Maha Adil yang tidak akan membebani hambaNya di luar batasnya. Cara pandang seperti ini akan membuat kita selalu optimis dalam menjalani hidup dan menghadapi masalah. Ketika kita telah yakin, maka kita tinggal mencari jalan keluarnya.

# Keempat, setiap masalah pasti ada solusinya. Di mana ada kesulitan di situ pasti ada kemudahan, sebagaimana firman Allah swt dalam Q.S al-Insyirah: 6, "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."

# Kelima, coba renungkan hadits Rasulullah saw berikut ini: "Perhatikanlah orang yang lebih rendah keadaannya dari pada kalian, dan jangan perhatikan orang yang lebih sukses dibandingkan kalian. Karena ini cara paling efektif, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah bagi kalian." (HR. Ahmad, Turmudzi, dan Ibnu Majah)

Jadi, Generasi Stroberi yang dikenal rapuh saat hadapi tekanan hidup bukan karena banyak atau beratnya masalah yang mereka hadapi. Tapi mungkin belum tahu sikap terbaik untuk mengatasi setiap masalahnya. Beruntungnya kita sebagai generasi muda muslim, ajaran Islam yang kita kaji secara rutin membuat kita tetap enjoy ketika diuji dengan masalah. Untuk itu, jangan sampai absen ngajinya. Gass poll! Karena kita remaja muslim yang tangguh anti rapuh. Generasi Stroberi, no way!